DETAIL BLOG

Ekspresi

Rabu, 4 Februari 2015

Bekal Dasar dan Kompetensi Guru Khusus atau Terapis

Bekal dasar yang harus dimiliki oleh guru atau terapis dalam menangani anak autistik sebelum dan sewaktu melakukan terapi diantaranya sebagai berikut :

•    Kasih sayang
Anak anak autistik harus dikendalikan dan dilatih perilakunya karena itu guru khusus atau terapis harus berperan sebagai/ bos yang penuh kasih sayang. Dia harus tegas namun tidak semena-mena. Selain itu terapis harus memiliki empati dan respek pada anak. Kasih sayang yang tumbuh dan tulus akan memberikan ketabahan serta meminimalkan terjadinya stress pada diri guru kunjung atau terapis.

•    Profesional
Siapapun yang akan menterapi anak harus memiliki pengetahuan tentang kelainan perilaku anak dan metode yang akan dipakai dalam proses terapi. Oleh karena itu penting sekali selain mempelajari teori, mereka harus melakukan simulasi, serta praktek langsung pada anak. Seperti dalam melatih calon terapis Agca Centre diperlukan sekurang-kurangnya 40-45 session (session = 4 jam) kepada anak-anak yang berkelaianan

•    Disiplin
Pelaksanaan terapi tanpa disiplin waktu dan metoda hanya akan membuang-buang waktu yang sangat berharga bagi anak autistik. Terapi harus dilaksanakan secara tertib dan tepat. Disamping itu waktu yang dipakai untuk terapi harus ditepati sesuai dengan metode yang dipakai. Penyusunan program dan pencatatannya harus dilakukan secara tertib dan benar, sehingga tercapai suatu konsistensi terhapat perubahan perilaku anak.
 
•    Etika
Setiap terapis seharusnya memiliki kesadaran dan tangguang jawab terhadap aturan, tatakrama dan norma yang berlaku umum. Namun patut disayangkan banyak terapis yang lebih memprioritaskan maslah finansial. Mereka dengan mudahnya meninggalkan anak yang sedang diterapinya hanya karena anggapan kurang memadainya honor yang diterima.

Kompetensi Guru Khusus
Kompetensi Guru Pendidikan Khusus dilandasi oleh tiga kemampuan (ablity) utama, yaitu:
(1) kemampuan umum (general ability),
(2) kemampuan dasar (basic ability), dan
(3) kemampuan khusus (specific ability).

Kemampuan umum adalah kemampuan yang diperlukan untuk mendidik peserta didik pada umumnya (anak normal), sedangkan kemampuan dasar adalah kemampuan yang diperlukan untuk mendidik peserta didik luar biasa (anak berkelainan), kemudian kemampuan khusus adalah kemampuan yang diperlukan untuk mendidik peserta didik luar biasa jenis tertentu (spesialis).

Berkenaan dengan hal tersebut, Guru Pembimbing Khusus diharapkan memiliki kompetensi sebagai berikut:
1. Kemampuan Umum (general ability)
a.    Memiliki ciri warga negara yang religius dan berkepribadian.
b.    Memiliki sikap dan kemampuan mengaktualisasikan diri sebagai warga negara.
c.    Memiliki sikap dan kemampuan mengembangkan profesi sesuai dengan pandangan hidup bangsa.
d.    Memahami konsep dasar kurikulum dan cara pengembangannya.
e.    Memahami disain pembelajaran kelompok dan individual.
f.    Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam melaksanakan dan mengembangkan profesinya.

2. Kemampuan Dasar (basisc ability)
a.    Memahami dan mampu mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus.
b.    Memahami konsep dan mampu mengembangkan alat asesmen serta melakukan asesmen anak berkelainan.
c.    Mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran bagi anak berkelainan.
d.    Mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program bimbingan dan konseling anak berkelainan.
e.    Mampu melaksanakan manajemen ke-PLB-an.
f.    Mampu mengembangkan kurikulum PLB sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak berkelainan serta dinamika masyarakat.
g.    Memiliki pengetahuan tentang aspek-aspek medis dan implikasinya terhadap penyelenggaraan PLB.
h.    Memiliki pengetahuan tentang aspek-aspek psikologis dan implikasinya terhadap penyelenggaraan PLB.
i.    Mampu melakukan penelitian dan pengembangan di bidang ke-PLB-an.
j.    Memiliki sikap dan perilaku empati terhadap anak berkelainan.
k.    Memiliki sikap professional di bidang ke-PLB
l.    Mampu merancang dan melaksanakan program kampanye kepedulian PLB di masyarakat.
m.    Mampu merancang program advokasi.

3. Kemampuan khusus (specific ability)
Kemampuan khusus merupakan kemampuan keahlian yang dipilih sesuai dengan minat masing-masing tenaga kependidikan. Pada umumnya masing-masing guru memiliki satu kemampuan khusus (spesific ability). Kemampuan tersebut adalah sebagai berikut:
a.    Mampu melakukan modifikasi perilaku.
b.    Menguasai konsep dan keterampilan pembelajaran bagi anak autistik.

Kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dalam penangan anak autistik, diantaranya :
•    Kemampuan untuk berkunjung kebeberapa sekolah biasa dengan penjadwalan yang fleksibel.
•    Mampu menghadiri dan menyelenggarakan semua pertemuan guru.
•    Mampu mendampingi dan mengorganisasi karya wisata, studi tour, dan kegiatan lapangan lainnya.
•    Berpengetahuan dan terampil mengakses anak dengan menggunakan berbagai fariasi dan prosedur, baik formal maupun nonformal (observasi, anekdok, interview, tes, dan sebagainya).
•    Mampu melakukan evaluasi sederhana sampai yang canggih.
•    Berpengetahuan dan mampu menggunakan berbagai teknik komunikasi.
•    Mampu berkonsultasi dengan guru umum, orang tua dan birikrat.
•    Mengerti implikasi pendidikan.
•    Terampil dalam pengembangan, penyesuaian, dan modifikasi kurikulum.
•    Terampil dalam salah satu kebutuhan pendidikan permanen bagi anak. (misalnya : okupasional terapi, kemoterapi, biomedik terapi).
•    Terampil dalam bidang sosiologi dan psikologi anak (bimbingan dan penyuluhan).
•    Mampu merencanakan dan membuat penelitian tentang anak autistik.
•    Mampu bekerja sama dalm kelompok provesi untuk meningkatkan pelayanan bagi setiap anak dalam kondisi tertentu.

ARTIKEL TERPOPULER